Kisah Sembuh Dari Penyakit Chikungunya

Kali ini saya akan menulis kesaksian pengguna Xamthone plus atau kisah sembuh dari penyakit chikungunya yang sembuh berkat Xamthone plus jus kulit manggis.

Berikut Kesaksiannya :

Xamthone plus Jus Kulit ManggisBerkat  konsumsi kulit manggis, lumpuh akibat chikungunya pun sirna. Kelumpuhan tiba – tiba mendera Albertha  pada pengujung 2011. Suatu malam saat sedang berkemih herbalis di Medan, Sumatera Utara, itu mendadak tidak bisa menggerakkan tubuh. “Papa … papa …!” Ia meminta pertolongan sang suami yang segera membopongnya ke pembaringan. Malam itu sepulang menghadiri acara seminar kesehatan dan general check up di Indrapura, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berjarak 4,5 jam perjalanan dari rumah, Albertha memang merasa sangat letih. Suhu tubuh tinggi hingga 39,8oC sehingga Bertha merasakan haus yang  tak  kunjung hilang.

Pada tengah malam itu sang suami bermaksud segera membawa Albertha ke rumahsakit, tapi ia menolak. Ia lebih memilih meminum setengah botol (175 ml) jus kulit manggis dan air putih sebanyak – banyaknya hingga menghabiskan setengah isi galon air mineral. “Supaya panas cepat turun,” kata Bertha, sapaan Albertha.

Karena suhu tubuh masih tinggi, 390C, Bertha meminta sang suami untuk mengompres dengan air es. Seraya dikompres, ia kembali meneguk 175 ml jus kulit manggis. Karena seluruh tubuh tak dapat bergerak, Bertha harus buang air kecil di pembaringan menggunakan pispot. Total jenderal sejak tiba di rumah sepulang dari Indrapura, empat kali Bertha mengonsumsi setengah botol jus kulit manggis. Hasilnya, pada pukul 9 pagi suhu tubuh Bertha mulai stabil (35,50C) dan tidak merasa sakit lagi. Ia pun sudah bisa bangkit dari tempat tidur, mandi, dan terbang ke Jakarta menghadiri sebuah acara.

Kisah Sembuh Dari Penyakit Chikungunya Setelah Konsumsi Xamthone plus Jus Kulit Manggis

Kondisi lumpuh secara tiba – tiba yang dialami Albertha bukan tanpa sebab. Ketika sedang menghadiri seminar kesehatan dan general check up di Indrapura, Sumatera Utara, Bertha merasa dirinya seperti tersengat lebah. “Ternyata nyamuk berukuran besar,” ujarnya. Serangan chikungunya langsung melintas di benak perempuan ramah itu. Maklum, pada acara general check up di Indrapura Bertha mendapati banyak pasien dengan kondisi tak bisa menggerakkan tubuh. Dari laporan warga setempat, chikungunya tengah mewabah di sana.

Chikungunya merupakan penyakit yang diakibatkan virus chikungunya. Penyakit itu disebarkan melalui gigitan nyamuk, hampir serupa dengan demam berdarah dengue. Penyebarannya di Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, Amerika Tengah, dan beberapa bagian Asia lainnya. Data Departemen Kesehatan 2009, pada 2008 jumlah penderita chikungunya di Indonesia mencapai 2.608 jiwa yang menyebar di 5 provinsi: Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat, dan Yogyakarta.

Dr Primal Sudjana SpPD, ahli penyakit tropis di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, menjelaskan pasien chikungunya merasa lemah, letih, lesu, mengalami demam tinggi, muncul ruam di kulit, merasa pegal – pegal, dan nyeri luar biasa di persendian. Menurut Primal nyeri di sendi karena virus membentuk antibodi yang mengganggu persendiaan. “Nyeri di persendiaan ciri utama chikungunya,” kata Primal. Penyakit akibat infeksi virus dengan masa inkubasi tujuh hari itu tidak menyebabkan kematian tapi membuat mobilitas penderita berkurang.

Untuk memastikan diagnosis penyakit ini, diperlukan pemeriksaan darah. Menurut Hartoyo di subdit arbovirosis Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, untuk memastikan chikungunya perlu dilakukan pemeriksaan antibodi melalui tes darah dengan rapid diagnostic test (RDT). ”Bilamana hasil tes menunjukkan positif, maka pasien terkena chikungunya,” ujarnya. Karena cara penularannya sama seperti demam dengue, maka pencegahannya serupa. Contohnya pemakaian kelambu atau obat nyamuk, penggunaan abate atau penyemprotan insektisida untuk memberantas nyamuk dan jentiknya di daerah di sekitar penderita.  Hal lain menguras bak mandi dan tempat air lainnya seminggu sekali serta menutupnya agar nyamuk tidak berkembang.

Nah demikian kesaksian pengguna Xamthone plus atau kisah sembuh dari chikungunya berkat Xamthone plus, bagi anda yang ingin merasakan Khasiat dari Xamthone plus untuk sembuhkan chikungunya silahkan klik cara pemesanan

> Agen Xamthone Plus Bandung <

About Hendi Nuraen

PENGELOLA: Aryanto Alamat: Jl.Cikunteun Indah no.35 Kel.Sambong Jaya Kec.Mangkubumi 46181 Kota.Tasikmalaya,Jawa Barat Indonesia Hp.085.223.944.949 Tlpn.0265-339207

Posted on March 12, 2012, in pengobatan penyakit. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: