Majalah Trubus Keajaiban Jus Kulit Manggis

 

Majalah Trubus Keajaiban Jus Kulit Manggis– French paradoks, itulah istilah populer di kalangan ahli gizi tentang kebiasaan orang Perancis meminum red wine. Masyarakat di negara mode itu terkenal sebagai pengonsumsi lemak tertinggi dibanding penduduk Eropa lain. Namun, prevalensi terkena penyakit jantung justru paling rendah. Fenomena itu diteliti dengan saksama sampai akhirnya muncul kesimpulan: kebiasaan masyarakat Perancis duduk-duduk di kafé sambil minum red wine menjadi penyebab lunturnya risiko serangan jantung, walaupun konsumsi lemak berlimpah.

Majalah Trubus Keajaiban Jus Kulit Manggis

Majalah Kesehatan Trubus Jus Kulit ManggisRed wine menjadi penyelamat lantaran mengandung polifenol. Senyawa yang banyak terkandung di aneka buah-buahan, seperti blueberry, blackberry, apel, melon, pir, dan anggur itu memiliki aktivitas antioksidan yang berperan melenturkan arteri jantung. Alkohol memang melenturkan arteri, tetap tidak sebanyak kombinasi alkohol dan polifenol, seperti yang ada di red wine.

French paradoks itu berlawanan arah dengan cerita Jus kulit manggis Garcinia mangostana. Red wine di Perancis menjadi menu minum sehari-hari sejak zaman dahulu, sehingga peminumnya merasakan dampaknya secara langsung. Sementara manggis—di beberapa sentra penanaman—selama berada-abad dan sampai sekarang, hanya dikenal sebagai buah segar. Kulit buahnya terbuang percuma, padahal kulit itu mengandung polifenol seperti pada red wine. Ia pun sanggup melenturkan arteri jantung.

Namun, manfaat itu terpendam tak berguna selama ratusan tahun. Zaman dahulu di China Jus kulit manggis kadang-kadang dimanfaatkan sebagai obat diare. Itu jelas tidak sebanding dengan khasiatnya yang luar biasa: petarung tangguh untuk melawan kanker, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan sejumlah penyakit degeneratif lain.

Jasa Iinuma

Dunia pengobatan China yang sudah berusia ribuan tahun menjadi pelopor pemakaian kulit manggis untuk menangkal penyakit tertentu. Di Thailand dan Filipina, kulit manggis lazim digunakan untuk mengobati disentri dan infeksi kulit. Di Karibia dan Amerika Latin, teh buah manggis dikonsumsi sebagai pembangkit stamina; di Brazil, untuk mengatasi masalah pencernaan. Masyarakat India memakai tepung kulit manggis kering untuk mengatasi disentri, luka luar, luka bernanah, dan mag.

Penduduk Jepang mengenal daun dan kulit batang manggis sebagai herbal berefek antiinflamasi. Dia kerap dipakai untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lain seperti psoriasis. Di Venezuela, kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.

Laurent Garcin, penjelajah hutan berkebangsaaan Perancis yang memberi nama Garcinia mangostana pada abad ke-16, mungkin tidak menduga temuannya memiliki manfaat lebih hebat daripada pengetahuan zaman kuno itu. Semua bermula pada April 1993 saat Munekazu Iinuma mengumpulkan Jus kulit manggis dari berbagai sentra di Indonesia. Kulit manggis itu kemudian diterbangkan ke Gifu Pharmaceutical University, Jepang.

Di sana, oleh Kenji Matsumoto dan kawan-kawan, termasuk Munekazu Iinuma, sejumlah 2,7 kg Jus kulit buah manggis kering diekstrak dengan heksana, benzena, aseton, dan alkohol 70%. Ekstraksi menghasilkan 6 turunan xanthone: a-mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, dan 2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.

Selanjutnya mereka mengambil sejumlah sel penyebab leukemia, seperti HL60, K562, NB4, dan U937 dari Riken Cell Bank, Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Sel kanker penyebab leukemia itu dikulturkan, kemudian senyawa-senyawa xanthone dilarutkan dalam kultur itu. Hasilnya terbukti bahwa a-mangostin memicu proses apoptosis sel leukemia.

Hasil penelitian Kenji Matsumoto itu seakan-akan menjadi pemicu perhatian ilmuwan dunia pada manggis. Lima bulan setelah penelitian Kenji Matsumoto, di Swiss ada penelitian yang membuktikan, xanthone ampuh mengatasi depresi. Berikutnya susul-menyusul penelitian di berbagai negara yang hasilnya saling menguatkan efek xanthone sebagai obat. Di Taiwan, misalnya, pada Mei 1996 dilakukan 2 penelitian yang berbeda. Satu penelitian membuktikan khasiat xanthone mengatasi depresi; penelitian lain, antikanker.

Tiga penelitian berikut dilakukan di Kaohsiung dan Taipei, Taiwan, serta Oregon, Amerika Serikat pada kurun 1996—1997. Hasilnya lain lagi: penelitian di Kaohsiung membuktikan senyawa xanthone antithrombotik, sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung dan stroke. Xanthone melenturkan pembuluh darah ke jantung, penting untuk penderita penyakit jantung.

Di Oregon, xanthone ampuh untuk malaria. Selanjutnya, pada kurun 1997—2004, tercatat minimal 24 penelitian tentang xanthone pada kulit manggis dilakukan di berbagai penjuru dunia. Hasilnya beragam, antara lain bermanfaat mengatasi diabetes mellitus, arthritis, kanker payudara, dan tuberkulosis.

Tangkal penyakit modern

Kehebatan Jus kulit manggis pun tidak luput dari perhatian peneliti di Indonesia. Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini memiliki struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat stabil. Di alam ada 200 jenis xanthone, sejumlah 50 di antaranya ditemukan di kulit manggis.

Yang paling banyak memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama penumpas sel kanker ialah alfamangostin dan garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

Mangostin bersama dengan gammamangostin berperan sebagai antioksidan yang sanggup mencegah aktivitas HIV-1. Kekebalan tubuh meningkat berkat antioksidan itu, maka virus penyebab HIV/AIDS pun terhambat perkembangannya. Xanthone pada kulit manggis memiliki antioksidan tingkat tinggi. Kandungan antioksidan kulit manggis 66,7 kali wortel dan 8,3 kali kulit jeruk. Sebagai antioksidan, xanthone memiliki gugus hidroksida yang efektif mengikat radikal bebas penyebab rusaknya sel tubuh. Istimewanya, nilai gugus hidroksida pada xanthone besar sekali, 17.000—20.000, Padahal nilai oxygen radical ansorbance capacity (ORAC) sumber antioksidan lain, misal anggur, hanya 1.100.

Bagi penderita penyakit jantung, temuan manfaat farmakologis Jus kulit buah manggis bagaikan munculnya secercah cahaya di kegelapan. Betapa tidak, penyakit jantung yang memerlukan biaya relatif mahal jika ditanggulangi secara kedokteran modern, ternyata dapat diatasi oleh kulit buah manggis. Hasil penelitian Dachriyanus dari jurusan Farmasi Universitas Andalas menunjukkan, ekstrak kulit buah manggis menurunkan kadar kolesterol mencit pada berbagai dosis. Penyebabnya, alfamangostin meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase untuk menghidrolisis low density lipoprotein menjadi asam lemak dan gliserol. Kadar LDL turun, HDL meningkat. Selain itu, pembuluh darah pun kian lentur.

Sebagai antioksidan tingkat tinggi, xanthone dari Jus kulit manggis meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol serangan penyakit degeneratif, seperti artritis, osteoartristis, aterosklerosis, trombosis, dan hipertensi. Sebagai buah yang mengandung senyawa antialergi, kulit buah manggis cocok untuk menangkal aneka alergi. Tercatat pula diabetes mellitus, parkinson, alzheimer, migrain, depresi sebagai penyakit yang dapat ditanggulangi oleh kulit buah manggis.

Seduh sendiri

Manfaat farmakologi kulit buah manggis tampak terlalu banyak, tetapi itulah hasil penelitian yang dilakukan berbagai institusi di 12 negara, 4 benua. Testimoni kesembuhan penyakit gara-gara minum jus kulit buah manggis bertebaran di dunia maya. Manggis panasea ajaib penakluk penyakit maut. Pantas jika di daerah Karibia dia disebut The Food of God.

Di pasar kini beredar aneka merek jus kulit buah manggis. Toh, sebenarnya khasiat kulit buah manggis dapat dipetik dengan cara mengolah sendiri. Caranya sederhana: cuci bersih kulit buah, kemudian potong kulit 2 butir buah. Selanjutnya potongan direbus dalam 4 gelas air, sehingga tersisa 2 gelas. Air rebusan tersaring itulah yang diminum secara rutin 2—3 kali sehari.

Resep sederhana yang dikemukakan Prof Dr Sidik Apt, guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran itu bisa dikembangkan lagi, meniru cara para herbalis. Jus kulit buah manggis dicuci, dipotong-potong, kemudian dijemur sampai kering, sebelum ditumbuk halus menjadi serbuk.

Lantas, buah manggis seperti apa yang layak dikonsumsi sebagai obat tradisional? Buah matang boleh, buah setengah matang tidak menjadi masalah, buah mentah pun bisa dijadikan seduhan. Demikian juga buah yang tidak lolos sortiran untuk dijual sebagai buah meja pun bisa dimanfaatkan. Sejak buah berumur satu bulan setelah bunga mekar, kulit manggis sudah mengandung xanthone. Jadi, segera manfaatkan kulit buah manggis yang selama ini terbuang percuma, agar muncul mangostin paradoks, seperti yang terjadi di Perancis dengan red wine dan french paradox.

Majalah Trubus Keajaiban Jus Kulit Manggis

 

About Hendi Nuraen

PENGELOLA: Aryanto Alamat: Jl.Cikunteun Indah no.35 Kel.Sambong Jaya Kec.Mangkubumi 46181 Kota.Tasikmalaya,Jawa Barat Indonesia Hp.085.223.944.949 Tlpn.0265-339207

Posted on March 9, 2012, in Artikel and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: